Kanker menyerang tanpa memandang usia. Anak-anak juga dapat terkena penyakit ini; diperkirakan pada tiap satu juta anak terdapat 120 anak menderita kanker tiap tahun.
Data statistik resmi IARC (International Agency for Research on Cancer) menyatakan bahwa 1 dari 600 anak akan menderita kanker sebelum umur 16 tahun, namun demikian kanker pada anak relatif mudah disembuhkan. Sekitar 70% kasus bisa diobati dan disembuhkan.
Data statistik resmi IARC (International Agency for Research on Cancer) menyatakan bahwa 1 dari 600 anak akan menderita kanker sebelum umur 16 tahun, namun demikian kanker pada anak relatif mudah disembuhkan. Sekitar 70% kasus bisa diobati dan disembuhkan.
Pengobatan dan perawatan kanker pada anak-anak memakan waktu yang tidak singkat: tiga bulan hingga 2,5 tahun dengan biaya yang sangat tinggi. Dalam rentang waktu pengobatan tersebut, umumnya kondisi pasien dalam keadaan rentan dengan daya imunitas yang menurun. Pengobatan dan perawatan yang berkesinambungan melalui rawat inap maupun rawat jalan sangat menentukan keberhasilan kesembuhan pasien.
Hal lain yang menjadi kendala dalam proses penyembuhan pasien kanker adalah keterlambatan deteksi dan pengobatan dini yang disebabkan karena, antara lain, minimnya pengetahuan orangtua. Kurangnya tenaga ahli juga menjadi kendala utama di daerah. Sebagian besar pasien kanker bertempat tinggal di pinggiran Jakarta atau bahkan di luar kota dan memiliki keterbatasan ekonomi untuk melakukan pengobatan rawat inap .
Kebutuhan adanya tempat yang lebih dekat dengan rumah sakit agar proses pengobatan dan perawatan kanker menjadi maksimal sangat diperlukan oleh para keluarga penderita kanker, terutama yang berasal dari luar Jakarta. Untuk itulah Rumah Kita hadir sebagai rumah singgah sementara bagi para pasien anak penderita kanker dan keluarganya yang tidak mampu selama masa pengobatan dan perawatan.
Rumah Kita didirikan pada 1 November 2006 oleh Ira Soelistyo, Icha Mardi Santosa, dan Pinta Manullang-Panggabean. Ia menjadi rumah ke-dua bagi para keluarga pasien kanker di mana mereka dapat berkumpul bersama dengan keluarga pasien yang lain dan berbagi informasi, dan menjadi tempat beristirahat sementara bagi keluarga apabila anak mereka sedang rawat inap di rumah sakit.
Suasana di Rumah Kita sangat menyenangkan dan penuh kekeluargaan. Selain kamar-kamar untuk beristirahat, Rumah Kita juga dilengkapi dengan tempat memasak dan mencuci pakaian. Seperti di rumah sendiri, juga terdapat ruang bermain, perpustakaan dan belajar bagi anak-anak dan keluarganya.Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI, baca Ye Ka Ki) mengajak kita semua untuk bersama-sama menanggulangi kanker anak di Indonesia, baik dalam informasi tepat guna melalui deteksi dini, menyediakan sarana interaksi tiap unsur yang terlibat serta pendidikan bagi anak-anak yang sedang dalam perawatan di rumah sakit.
(source :http://garudamagazine.com/whatson.php?cat=travel&id=214)
No comments:
Post a Comment